Wanda Sitepu Bandar Sabu, Jalani Sidang Agenda Keterangan Saksi

marsingar.com, KARO – Masih ingat dengan bandar narkoba Wanda Sitepu alias MHD (30)  warga Desa Rumah Kabanjahe, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karo.

Hari ini, Senin (26/11/2018), bandar narkoba yang sangat lihai ini menjalani sidang agenda keterangan saksi di pengadilan Negeri Kabanjahe sekira pukul 15:30 WIB. Disebut lihai karena dua kali digerebek tim BNNK Karo di rumahnya, dirinya selalu lolos dari tangkapan.

Oleh Majelis Hakim Muhammad Arif N. Harahap, SH, MH serta Jaksa Penuntut Umum Alfonso Manihuruk saat membacakan surat dakwaan. Diketahui Wanda Sitepu merupakan warga Desa Rumah Kabanjahe, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo yang masuk DPO BNNK Karo  Nomor DPO/05/III/ks/pb.02/2018/BNNK-KARO.

Menurut keterangan saksi Alex Sinuraya dan Gayus Sinaga bahwa penangkapan terhadap WS berdasarkan informasi dari masyarakat kalau di Rumah Kabanjahe ada peredaran gelap narkoba.

Yang mana saat pengerebekan, WS sempat melarikan diri, di dalam kamarnya ditemukan barang bukti 1 paket besar sabu dengan berat bruto 32,03 gram, 60 paket sabu siap jual berat bruto 15,59 gram, 17 butir pil ekstasi, 2 timbangan elektrik, 11 unit hp, 568 klip plastik bening berbagai ukuran, 4 buah mancis, 2 pisau cutter, 12 gulung lakban, 2 buah kotak rokok bahan plastik, 1 buku tulis bon, 1 tempat gulung lakban, 13 pipet modifikasi bengkok, 3 sekop modifikasi berbahan kayu plastik, 3 pipet kaca, 16 sekop modifikasi, 3 pisau celurit, dan 1 pisau belati.

” Saat pengrebekan WS di Rumah Kabanjahe pada Senin 19 Maret 2018 lalu, terdakwa sempat melarikan diri, lalu pada Rabu 23 Mei 2018 baru akhirnya terdakwa ditangkap di rumah kosnya yang berada di Padang Bulan Medan,” jelas Alex dihadapan Majelis Hakim.

Sementara, WS yang didampingi pengacara Edwin, SH menjelaskan jika barang bukti sabu yang ditemukan untuk dijual. Sedangkan 17 butir Ekstasi untuk konsumsi pribadi dan uang tunai Rp. 10 juta merupakan uang pribadi miliknya.

WS mengaku sudah melakukan transaksi jual beli narkotika selama hampir 2 tahun. Saat penggebrekan dirinya yang saat itu sedang tiduran sedangkan untuk BB belum ada yang dijual atau berpindah tangan.

“ Saya menyesal atas perbuatan saya selama ini,”ujarnya tertunduk.

  Usai sidang agenda keterangan saksi, Majelis hakim menunda sidang selama 1 minggu dan akan dilanjutkan pada Senin 3 Desember 2018. (Anita)