Villa di Megamendung Bogor Digerebek Petugas KLHK, Temuannya Mengejutkan

marsingar.com, BOGOR – Sebuah villa mewah di kawasan Megamendung Bogor, digerebek Tim Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum KLHK), Senin (3/12/2018).

Penggerebekan dilakukan Tim Gakkum KLHK bersama tim gabungan dari Balai Besar KSDA Jawa Barat, Polsek, dan aparat desa.

Hasil penggerebekan mengejutkan. Di dalam villa di Kampung Warungdoyong RT 02 RW 01, Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Puncak, Kabupaten Bogor itu, petugas menemukan 96 jenis satwa dilindungi yang dimiliki secara ilegal.

Ke 96 jenis satwa itu adalah 38 ekor merak biru (Pavo cristatus), 25 ekor merak hijau (Pavo muticus), 11 ekor merak silangan, 11 ekor anakan merak, 7 ekor merak putih, 1 ekor binturong (Arctictis binturong), dan 3 Opsetan Kepala Rusa.

“Vila yang menampung satwa dilindungi tersebut diduga milik IB, yang berdomisili di Jakarta,” ujar Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan KLHK, Sustyo Iriyono, kepada wartawan, Selasa (4/12/2015).

Dari pemeriksaan petugas, lanjut Sustyo, IB mengakui bahwa satwa-satwa yang dipelihara tidak didukung dengan izin penangkaran yang sah.

“Berdasarkan keterangan tersebut, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, tindakan ini merupakan pidana kehutanan, dan PPNS KLHK akan mengembangkan kasus ini sampai ketahapan penyelidikan,” tegasnya.

Selanjutnya, PPNS akan mengevakuasi dan menitip-rawatkan 96 satwa dilindungi tersebut ke Lembaga Konservasi Taman Safari Indonesia dan Yayasan Cikananga.

“Operasi kepemilikan dan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa dilindungi ini dilakukan secara terus-menerus untuk memberikan efek jera. Kami sangat mengapresiasi kerja tim gabungan di Jawa Barat yang berhasil melakukan pengamanan peredaran dan pemilikan TSL illegal termasuk operasi hari ini,” pungkasnya.

(regiz)