Tokoh Agama Dan Ormas Keagamaan Harus Bisa Menjadi Duta Penyejuk

marsingar.com | KARO – Menyikapi Kejadian pembakaran bendera bertuliskan Lafas Tauhid yang dilakukan oknum salah satu ormas di daerah Provinsi Jawa Barat tepatnya di Kabupaten Garut.

 

Kodim 0205 Tanah Karo menggelar Komunikasi Sosial sembari Coffee morning bersama Tokoh Agama dan Ormas Keagamaan di Karo agar tidak terjadi hal yang serupa dan tidak ikut terpengaruh, Rabu (24/10 /2018) di Markas Kodim 0205 Tanah Karo.

 

“Tokoh Agama baik Nasrani, Islam, Katolik, Budha dan Hindu  harus bisa menjadi duta untuk lebih memberikan pemahaman yang benar serta menjadi penyejuk dalam menyikapi situasi mengenai agama. Dan apa yang terjadi di Garut supaya tidak ikut terpengaruh agar tidak merembes  di Tanah Karo,” ujar Komandan Distrik Militer 0205 Tanah Karo, Letkol Inf. Taufik Rizal.

 

Kegiatan ini, lanjut Dandim untuk meyakinkan bahwasanya di Tanah Karo tidak terpengaruh dengan hal-hal sektoral, mari kita berpikir secara menyeluruh untuk kepentingan Kabupaten Karo dibawah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

” Kita bersama tokoh agama sepakat untuk menjaga keamanan. Maka dari itu untuk menjaga keamanan negara. Kejadian di Garut diharapkan tidak menyebar kemana-mana. Untuk itu, tokoh-tokoh agama di kabupaten Karo kita undang berdiskusi dan telah sepakat bahwa masyarakat di kabupaten Karo tidak akan terpengaruh,” Imbuhnya.

 

Disamping itu, Dandim juga menghimbau kepada seluruh masyarakat  Karo, supaya tidak mudah percaya setiap informasi yang ada di media sosial, terlebih dahulu dipelajari, pahami. Jika tidak tahu silahkan belajar kepada orang yang sudah mengetahui terlebih dahulu. Terlebih-lebih generasi muda, harus bisa menjadi peredam ditengah-tengah situasi yang dapat menimbulkan konflik.

 

Sementara Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Karo, J.Purba mengatakan hal yang sama. Ia mengajak semua elemen masyarakat dan umat beragama  saling menghargai serta menjaga Kerukunan hidup beragama.

 

Pada kesempatan yang sama, pihak Kementerian Agama (Kemenag) Karo Adi Sungkuno mengatakan Tanah Karo merupakan umat istimewa. Karena masih menjunjung tinggi adat istiadat sebagai perekat sehingga tak mudah dipecah belah.

 

” Mari kita bangun kebersamaan dikabupaten Karo, agar tercipta kedamaian, sejuk, aman dan tertib serta saling menghargai antar sesama umat beragama,”ujarnya ditengah tengah diskusi.

 

Pantauan wartawan kegiatan tersebut dihadiri PHBI, Ansor Karo, Ketua NU, MUI dan jajaran Kodim 0205 Tanah Karo. (Anita)