Sebanyak 47 siswa SMA dan SMK serta SMP terjaring Operasi Razia Kasih Sayang

marsingar.com, KARO – Bolos meninggalkan jam pelajaran di sekolah, sebanyak 47 siswa SMA dan SMK serta SMP terjaring Operasi Razia Kasih Sayang (RKS) oleh Satpol PP Pemkab Karo.

Sebagian pelajar tersebut dijaring saat bermain di Warnet dan Kedai Kopi dan beberapa tempat lainnya, Kamis (22/11/2018) sekira pukul 10.00 WIB.

Puluhan pelajar yang keseluruhannya laki-laki itu sempat ingin melarikan diri dan bersembunyi melihat kedatangan Satpol PP melakukan razia. Namun, upaya para pelajar untuk menghindar dari sergapan Satpol PP itu tidak berhasil.

Adapun siswa yang tejaring tersebut sebanyak 47 siswa diantaranya ada dari SMK Negeri 1 Kabanjahe  sebanyak 2 orang, SMK Imanuel 14 orang, SMKN 1 Berastagi 4 orang,  SMKN Merdeka 7 orang, SMPN I Kabanjahe 2 orang, SMPN 3 Kabanjahe 2 orang, SMPN 3 Berastagi 3 orang, SMP Swasta GBKP Kabanjahe 1 orang, SMK Swasta Pijer Podi berastagi 4 orang dan SMK Swasta GBKP 8 orang.

Selanjutnya semua pelajar yang terjaring razia itu langsung dibawa ke kantor Satpol PP Kabanjahe untuk diberikan pengarahan dan peringatan serta pembinaan oleh Kakan Satpol PP Karo, Hendrik Pilemon Tarigan, agar para siswa tidak mengulangi perbuatannya.

“Kita mintakan agar siswa yang terjaring operasi kasih sayang ini tidak megulanginya lagi dan kalian harus ingat bagaimana jerih payah orang tua untuk membesarkan serta menyekolahkan kalian semua,” ujar Hendrik menasehati.

“Untuk siswa yang terjaring ini, kita terpaksa menghadirkan orang tua ataupun pihak Sekolah masing-masing untuk menanda tangani surat pernyataan,” ujarnya.

Di kesempatan itu pihak UPT Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sumut dan pihak di Dinas Pendidikan Kabupaten Karo hadir dan secara bergantian memberikan peringatan dan penjelasan bahwa Operasi Kasih Sayang itu dilakukan supaya para siswa jangan berkeliaran saat jam belajar sedang berlangsung.

“Jika sudah berulangkali kedapatan berkeliaran saat jam belajar. Pihak petugas akan langsung mengamankannya dan bukan tidak mungkin pihak sekolah mengeluarkannya dari sekolahnya sendiri,” ujar Kasatpol PP, Hendrik Tarigan. (Anita)