Dua penyidik KPK dianiaya orang saat bertugas melakukan pengecekan tentang indikasi adanya korupsi

marsingar.com, JAKARTA – Dua penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dianiaya orang waktu bekerja lakukan penelusuran mengenai tanda-tanda terdapatnya korupsi, di salah satunya hotel di Jakarta. Ke-2 penyidik dianiaya waktu ketahuan ikuti Gubernur Papua Lukas Enembe dalam satu rapat di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (2/2).

Dilansir dari Antara, Ketua DPRD Papua Yunus Yonda mengaku pegawai pemerintah daerah (Pemda) Papua justru menangkap basah petugas KPK, lantaran membututi Lukas Enembe yang tengah rapat bersama dengan Ketua DPRD Papua, anggota DPRD Papua, Sekretaris Daerah (Sekda) serta beberapa pimpinan Unit Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Hotel Borobudur.

Penyidik KPK bernama Muhammad Gilang W itu didapati oleh Sekda Papua Hery Dosinaen yang melihatnya ambil gambar Lukas Enembe, serta lihat ada pembicaraan di WhatsApp dalam telephone salulernya, berkaitan kegiatan Lukas Enembe ikuti rapat pelajari bersama dengan team badan anggaran eksekutif, legislatif serta Kementerian Dalam Negeri itu. Rapat mempunyai tujuan untuk lakukan evaluasi pada APBD Papua.

Berkaitan kasus penganiayaan itu, KPK memberikan laporan pihak yang disangka lakukan penganiayaan ke Polda Metro Jaya.

“Sore hari ini, 3 Februari 2019 jam 15.30 WIB, KPK memberikan laporan ke Sentral Pelayanan Terpadu Polda Metro Jaya mengenai terdapatnya dugaan penganiayaan yang dilakukan pada dua orang pegawai KPK yang tengah bekerja,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Minggu (3/2).

Proses dari laporan tadi, dikatakan jika masalah ini akan ditangani Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Kriminal Umum (Jatantras Krimum) Polda Metro Jaya.

“Peristiwa diawali dari menjelang larut malam pada Sabtu (2/2) di Hotel Borobudur, Jakarta. Waktu itu Pegawai KPK ditugaskan untuk lakukan penelusuran di lapangan pada info masyarakat mengenai terdapatnya indikasi korupsi,” papar Febri.

Ke-2 pegawai KPK yang bekerja itu mendapatkan tindakan yang tidak patut serta dianiaya sampai mengakibatkan kerusakan di bagian badan.

“Walau sudah diperlihatkan identitas KPK, akan tetapi pemukulan masih dilakukan pada pegawai KPK,” tambah Febri.

Untuk pastikan keadaan serta kesehatan pegawai, KPK sudah membawa mereka ke rumahsakit untuk dilakukan visum.

“Saat ini team tengah dirawat serta selekasnya akan dilakukan operasi sebab ada retak pada hidung serta luka sobekan di wajah,” kata Febri.

Sesaat team yang memberikan laporan ke Polda Metro Jaya mengemukakan beberapa info visual untuk keperluan investigasi selanjutnya.

“Apapun faktanya, tidak dibenarkan buat siapa juga untuk bertindak main hakim sendiri, ditambah lagi saat di tanya, Pegawai KPK sudah mengemukakan jika mereka menjalankan pekerjaan sah,” tutur Febri.

Hingga menurut Febri, KPK melihat penganiayaan yang dilakukan pada dua pegawai KPK serta perampasan beberapa barang yang ada di pegawai itu adalah aksi serangan pada penegak hukum yang tengah menjalankan pekerjaan.

“KPK bekerjasama dengan Polda serta mengharap sesudah laporan ini supaya selekasnya memproses pelaku penganiayaan itu. Supaya hal sama tidak berlangsung pada penegak hukum lainnya yang bekerja, baik KPK, Kejaksaan atau Polri,” tegas Febri.